Sunday, June 14, 2015

KAPITALISASI HALAL

Sudah sangat sering saya melihat label halal, baik yang keluar dari MUI maupun yang pura-pura MUI, dikapitalisasi. Ditempelkan pada sebuah produk makanan untuk membuat orang membelinya bukan semata karena untuk ketenangan konsumsi, melainkan juga untuk gengsi.
Produsen juga ada kalanya mengejar sertifikasi ini bukan semata-mata karena ingin menjual makanan halal bagi muslim, melainkan juga karena bisa menjual lebih mahal dengan label halal.

Ini makanan manusia, lho ya, yang saya maksud.

Hari ini saya melihat di twitter, ada makanan kucing halal. Kucing? KUCING?
Perlukah kucing makan pakan halal? Halal gimana nih?

Ah, sudahlah ...
Mungkin dia kucing mualaf. Atau yang punya kucing hobi nyemilin pakan kucingnya, jadi perlu jaminan kehalalan. Entahlah ...

Oh, atau dengan pakan itu, kucingnya jadi halal dimakan, gitu? Hihihi ...

Lalu bagaimana dengan ayam yang nuthuli cacing tanah, atau bahkan (maaf) eek bayi tetangga? Atau bebek yang nyosori bekicot, lele yang ngrubuti ayam mati ...

Lah, kasian Xiao Fei, anjingku yang diberi makan kuping babi. Udah najis, haram pula makanannya.

#NulisRandom2015
#day14

Image:
Makanan kucing: dari twitter
Makanan anjing: dari lemari makanan Xiao Fei :D